Rabu, 23 Januari 2008

KEBANGKITAN KEMBALI TRADISI INTELEKTUAL ISLAM

Sekarang jika siapa pun orang yang ingin mempelajari sejarah sosial umat islam yang terbentang dari Mauritania di Afrika Barat hingga Vladivostok di ujung timur Rusia dan melihat keragaman serta kekayaan yang melimpah dari tradisi wahyu Tuhan yang terakhir ini maka tidak seharusnyalah orang tersebut dikacaukan pandangannya oleh pendapat yang mengatakan bahwa tradisi intelektual Islam -termasuk sains-sains kosmologi, filsafat dan sufisme teoritis- telah lama mati dan mengering semenjak serangan Mongol atas Baghdad tahun 1258 dan keruntuhan kekhalifahan Abbasiyah pada tahun yang sama. orang seperti ini -yang tidak hanya dilontarkan oleh para orientalis yang tidak ingin melihat Islam sebagai agama intergral yang hidup, tapi hanya sebagai "keping-keping arkeologi" yang dapat dipilah-pilah dan dibagi-bagi sesuai keinginan mereka tapi juga diikuti oleh para "pengekornya" yang setia dan menyebut dirinya sendiri sebagai modernis atau neo- modernis serta oleh kaum "fundamentalis" atau salafiyyah (mereka menyebut dirinya sendiri demikian) yang ingin melihat Islam sebagai agama yang terdiri dari syariah dan hukum-hukum fikih yang kaku dan bukan sebagai agama yang memiliki tradisi intelektual- mereka melupakan fakta -melalui riset akhir-akhir ini- bahwa pada abad ke-9 H/ke-15 M Ulugh Beg cucu Timur Lenk yang sangat mencintai ilmu pengetahuan telah mendirikan observatorium astronominya di sebuah kota Asia Tengan yang elok-Samarkhand yang harus kita anggap sebagai penghubung lembaga ini dengan dunia barat. karena sang sultan sendiri adalah seorang ahli astronomi yang cakap maka ia mengumpulkan ke dalam observatoriumnya para ahli matematika terbaik di zamannya, saintis-saintis yang berada dekat dengannya termasuk Qadizadeh, Al Qushz dan terutama Ghiyatsuddin Al kasyani yang orang terakhir ini harus kita anggap sebagai ahli tentang teori bilangan dan teknik komputasi tak terkalahkan kecuali pada masa modern ini.

Kegiatan-kegiatan ilmiah terus berlanjut sampai abad ke-20 di berbagai daerah dunia Islam seumpama India Utara, Persia dan hingga batas tertentu di Maroko. komentar-komentar-tentu saja penting- ditulis mengenai karya-karya Persia seperti tentang naskah qushchi mengenai astronomi oleh Abdul Hayy Lari di abad ke-11 H/17 M yang terus populer hingga kini di Persia.

Sementara itu di bidang kedokteran dimana Ibn Nafis (w. 1288 M) telah berjasa untuk pertama kalinya dalam menjelaskan sirkulasi kecil atau sirkulasi pulmonari yang para sejarawan sains telah keliru -kekeliruan yang seringn terjadi- dan menganggap Michael Servetus sebagai penemunya. sains medis umat Islam yang diawali oleh nabi Muhammad sendiri dimana nabi suci umat Islam ini banyak menyinggung dalam ucapan-ucapanya berkenaan dengan kesehatan, penyakit, higiene dan masalah lain sehubungan dengan bidang kedokteran. penyakit-penyakit seperti kusta, radang mata, radang selaput dada (pleupisia) sering di sebut-sebut, yang kemudian dianjurkan pengobatan seperti dibalut, dibakar atau pun menggunakan madu, semua ini telah menadi pondasi selama berabad-abad dalam perkembangan dan pertumbuhan tradisi ilmu medis di kalangan umat muslim.

Tapi sejarah kemudian mencatat bahwa tradisi medis islam tidak hanya menghasilkan dokter-dokter seperti ar-razi (rhazes) seorang dokter klinis dan observasi terbesar di kalangan umat islam,kemudian ibn zuhr (avenzor) dari andalusia atau ibn sina (avicena) yang masyhur tidak hanya di kalangan umat islam tapi juga di kalangan umat kristen di abad pertengahan yang di juluki sebagai "pangeran para dokter".tapi terus di lanjutkan sampai abad ke-16M dan abad ke-17M khususnya oleh orang-orang persia yang berpindah dan menetap di India,di bawah perlindungan kerajaan MOGHUL, salah seoranng dokter persia tersebut adalah AIN AL-MULK yang pada tahun 1629M menulis sebuah risalah terkenal mengenai FARMAKHOLOGI yang di persembahkan untuk SYAH JAHAN. Beberapa riwayat menceritakan bahwa dia terlibat dalam penulisan sebuah Ensiklopedia medis yang terinci dan terbesar dan merupakan risalah terakhir dalam jenis ini yang di tulis oleh ahli medis umat muslim.Dalam kenyataanya penulisan ensiklopedia tersebut di lakukan atas perintah DARA SHUKUH; Sang pangeran Moghul sendiri,beliau yang merupakan seorang sufi dan pengikut VEDANTA: Di kenang terutama terjemahan-terjemahanya mengenai karya-karya Metafisik SANSAKERTA kedalam bahasa Parsi khususnya UPANISHAD -yang kemudian di alihkan oleh Oreantalis ANQUETIL DUPERRON ke dalam bahasa latin dan menjadi terkenal di kalangan Intelektual dan Cendikiawan Eropa saat itu.Versi inilah yang di baca oleh orang-orang seperti WILLIAM BLAKE dan banyak tokoh lainya pada abad -19. sehingga di karenakan jasa DARA SHUKUH inilah beberapa sains-sains eksak umat islam diberikan energi baru dan studi-studi perbandinganya antara tradisi Intelektual Tasawuf dan Vedanta dalam tradisi Hindu menjadi tonggak sangat penting bagi siapa saja orang yang tertarik terhadap studi-studi komparatife seperti itu.

Di karenakan kekacauan-kekacauan yang terjadi akibat invasi yang di lakukan oleh NADIR SHAH terhadap persia..........(selanjutnya)

Tidak ada komentar: